DPRD Sukabumi Dorong Penguatan Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak

DPRD180 views

MY-24JAM.com – Isu perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian utama dalam agenda Reses I Tahun Sidang 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, Rika Yulistina. Kegiatan reses tersebut digelar di dua titik wilayah Kecamatan Simpenan, Kamis (5/2/2026).

Dalam dialog terbuka bersama masyarakat, meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga. Masyarakat menilai diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah guna menekan angka kasus yang hingga kini masih kerap terjadi di lingkungan sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Rika menegaskan bahwa persoalan perlindungan perempuan dan anak bukan sekadar isu sosial, tetapi berkaitan langsung dengan jaminan rasa aman serta masa depan generasi penerus di Kabupaten Sukabumi.

“Perlindungan perempuan dan anak masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini menjadi catatan penting bagi kami di DPRD untuk terus diperjuangkan,” ujar Rika.

Ia menyebut, DPRD memiliki peran strategis dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada kelompok rentan melalui penguatan regulasi, optimalisasi pengawasan program, hingga dukungan anggaran yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Rika menekankan pentingnya langkah preventif dalam upaya pencegahan kekerasan, di antaranya melalui edukasi di lingkungan keluarga, penguatan peran institusi pendidikan, serta keterlibatan tokoh masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

Selain isu perlindungan perempuan dan anak, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain yang berkaitan dengan kebutuhan dasar di lingkungan mereka. Seluruh masukan tersebut, kata Rika, akan dibawa ke dalam pembahasan di DPRD agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan skala prioritas pembangunan daerah.

“Kami ingin memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti di forum dialog saja, tapi benar-benar ditindaklanjuti melalui mekanisme yang ada,” pungkasnya.

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed