Ketua DPRD Sukabumi Dorong Sinergi Lintas OPD Benahi Sektor Pariwisata

DPRD96 views

MY-24JAM.com – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menilai Program Parkir Wisata SOMEAH (Sopan, Aman, Endah, Amanah) dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membangun citra positif pariwisata Kabupaten Sukabumi.

Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri peluncuran Program Parkir Wisata SOMEAH di kawasan Pantai Istana Presiden, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Senin (3/8/2026).

Menurut Budi, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi. Kualitas pelayanan yang diterima wisatawan sejak tiba di lokasi, termasuk pelayanan parkir, turut menentukan pengalaman wisatawan.

“Pariwisata itu harus menghadirkan rasa aman dan someah. Kalau wisatawan datang lalu mendapat sambutan yang baik, pelayanan yang ramah, dan merasa nyaman, maka mereka akan membawa kenangan yang baik. Informasi positif itu akan menyebar dan mengajak orang lain datang ke Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Sebaliknya, pengalaman buruk selama berwisata dinilai dapat memengaruhi citra destinasi dan mengurangi minat wisatawan untuk kembali maupun merekomendasikan lokasi wisata kepada orang lain.

Karena itu, Budi menekankan bahwa peningkatan kenyamanan wisatawan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha hingga masyarakat.

Ia juga mengapresiasi penerapan standar pelayanan parkir melalui pemasangan informasi tarif resmi di lokasi wisata. Menurutnya, transparansi tarif menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian kepada wisatawan sekaligus mencegah adanya pungutan di luar ketentuan.

“Saya melihat ini langkah yang bagus. Sekarang wisatawan sudah bisa mengetahui tarif parkir motor, mobil, hingga kendaraan lainnya. Dengan begitu tidak ada lagi pungutan di luar ketentuan yang sudah disepakati,” katanya.

Budi menilai wisatawan pada dasarnya tidak keberatan membayar retribusi maupun biaya parkir selama pelayanan dan fasilitas yang diterima sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.

“Kalau pengunjung merasa aman, nyaman, dan fasilitasnya baik, mereka pasti bersedia membayar retribusi dengan sukarela,” ucapnya.

Ia mengatakan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi pariwisata yang besar, salah satunya didukung garis pantai sepanjang sekitar 117 kilometer. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara profesional agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Dalam konteks pengawasan dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah, Budi mendorong adanya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pengelolaan pariwisata bersinggungan dengan berbagai sektor.

“Pariwisata tidak bisa dibangun oleh satu dinas saja. Harus ada kolaborasi semua leading sector agar pengelolaan wisata semakin baik,” tegasnya.

Selain sistem parkir dan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan pelaku usaha juga menjadi perhatian. Budi menilai pelatihan pelayanan bagi pedagang dan masyarakat di kawasan wisata perlu diperkuat untuk membangun budaya pelayanan yang ramah terhadap wisatawan.

Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD Kabupaten Sukabumi menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pariwisata daerah.

“Kami di DPRD akan terus mendorong dan mendukung upaya pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder. Dengan kekompakan dan pelayanan yang baik, saya yakin pariwisata Kabupaten Sukabumi akan semakin maju dan menjadi kebanggaan masyarakat,” pungkasnya.

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed