Leni Liawati Dorong Pemkab Sukabumi Bangun Jaringan Air di Purojati

DPRD3 views

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Leni Liawati.

MY-24JAM.com – DPRD Kabupaten Sukabumi mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyiapkan solusi permanen untuk mengatasi persoalan kekeringan di Kampung Purojati, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sukabumi, Leni Liawati, setelah menyalurkan satu tangki air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Sabtu (5/9/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai respons terhadap kondisi warga yang kembali menghadapi keterbatasan air bersih setiap kali musim kemarau tiba.

Namun, Leni menilai distribusi air menggunakan tangki hanya dapat menjadi langkah sementara. Pemerintah daerah perlu menindaklanjuti persoalan tersebut dengan membangun infrastruktur yang mampu menjamin ketersediaan air dalam jangka panjang.

“Air bersih yang dikirim ini untuk membantu kebutuhan warga sementara. Kami berharap Pemkab Sukabumi segera menindaklanjuti sumber air alternatif tersebut agar masyarakat memiliki solusi permanen,” ujar Leni.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Cisolok, sumber air yang selama ini menjadi andalan warga mengalami penurunan debit hingga mengering ketika musim kemarau.

Sumber tersebut berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga dan selama ini dialirkan melalui jaringan pipa menuju bak penampungan.

Di sisi lain, terdapat sumber air alternatif yang dinilai memiliki debit lebih stabil meski memasuki musim kemarau. Namun, lokasi sumber tersebut berada sekitar satu kilometer lebih jauh dibandingkan sumber air yang selama ini digunakan warga.

Kondisi tersebut membuat pemanfaatan sumber alternatif membutuhkan pembangunan atau perpanjangan jaringan perpipaan serta sejumlah sarana pendukung.

Atas kondisi tersebut, Leni mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera melakukan kajian dan menindaklanjuti pembangunan jaringan perpipaan menuju sumber air alternatif.

Menurutnya, persoalan akses air bersih membutuhkan penanganan berkelanjutan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita tidak bisa setiap tahun hanya mengandalkan bantuan tangki. Harus ada solusi permanen supaya ketika musim kemarau datang, masyarakat tetap memiliki akses air bersih,” katanya.

Leni juga menilai dampak kekeringan tidak hanya dirasakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Keterbatasan air berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan produktivitas masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor tersebut.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan menindaklanjuti sumber air alternatif dan membangun jaringan pendukung menuju permukiman warga.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih setiap kali musim kemarau berlangsung.

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed