DPRD Sukabumi Dorong Pengembangan Wisata Parakansalak, Akses Jadi Perhatian

DPRD57 views

MY-24JAM.com – DPRD Kabupaten Sukabumi mendorong pengembangan Saung Gunung Camp di Kecamatan Parakansalak menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi.

Dorongan tersebut disampaikan setelah DPRD bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi meninjau langsung kawasan Saung Gunung Camp pada Rabu (2/9/2026).

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrat, Saepulloh, yang akrab disapa Dewan Badot, mengatakan kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang cukup besar. Salah satu daya tariknya adalah posisi Saung Gunung Camp yang berada di dataran tinggi dengan panorama alam yang luas.

Dari kawasan tersebut, wisatawan dapat melihat sejumlah wilayah di Sukabumi dari ketinggian.

“Kalau lihat ke sana, daerah Pajampangan kelihatan, daerah Sukabumi Kota juga kelihatan, daerah Palabuhanratu juga kelihatan. Ini karena puncak ketinggian Parakansalak,” kata Saepulloh.

Menurut Saepulloh, panorama alam tersebut dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Namun, pengembangan destinasi juga membutuhkan dukungan akses yang memadai.

“Ini kita bantu bersama bagaimana caranya wisata Saung Gunung Camp ini lebih bagus, biar wisatawan bisa ke sini semua. Kayaknya kalau semua wisatawan tahu di sini ada ketinggian yang pemandangannya sangat indah, wow, udah nggak ketampung,” ujarnya.

Ia menilai pembenahan akses menjadi salah satu aspek penting agar pengembangan wisata di kawasan tersebut dapat berjalan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Insyaallah kami dari DPRD akan mendorong hal tersebut,” ucapnya.

DPRD Dorong Pembenahan Akses

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan Saung Gunung Camp berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Menurut Ali, posisi tersebut memberikan panorama alam yang menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata baru.

“Hari ini saya sedang berada di ketinggian kurang lebih 800 mdpl, yang kemudian membuat kami bahagia. Ternyata cakrawala, panorama, bentangannya luar biasa. Kita bisa melihat alam Parakansalak dari ketinggian,” kata Ali.

Ali mengatakan pengembangan Saung Gunung Camp sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan pertanian.

Selain wisata alam, sejumlah aktivitas baru juga berpeluang dikembangkan di kawasan tersebut, termasuk paralayang dan paramotor.

“Nanti mungkin bisa kita kembangkan dengan wisata paralayang, paramotor dan sebagainya. Nanti kita bisa mendarat di Lapang Walagri,” ujarnya.

Selain Saung Gunung Camp, Kecamatan Parakansalak memiliki sejumlah potensi wisata lain, seperti Gunung Wayang, Gunung Beser, Gunung Salak, Curug Kembar, Curug Sawer hingga pemandian air panas.

“Kita akan dorong Bu Kades untuk menjadikan Parakansalak sebagai desa wisata,” katanya.

Sementara itu, pengelola Saung Gunung Camp, Mukti, mengatakan akses menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan destinasi tersebut.

Menurutnya, sektor pariwisata dan pertanian di Parakansalak memiliki potensi besar, tetapi membutuhkan dukungan infrastruktur agar dapat diakses lebih mudah oleh wisatawan maupun masyarakat.

“Pengembangan pariwisata maupun pertanian di sini luar biasa. Banyak lahan kosong dan hasil taninya juga sangat luar biasa. Perlu dukungan dari pemerintah terkait akses,” ungkap Mukti.

Mukti mengatakan dirinya juga terus berupaya memperkenalkan Parakansalak kepada wisatawan dari luar daerah, khususnya Jakarta. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong wisatawan menjadikan Parakansalak sebagai salah satu alternatif tujuan wisata.

“Saya punya PR memperkenalkan Parakansalak. Sudah lebih dari setahun saya perkenalkan Parakansalak ke daerah Jakarta. Bagaimana caranya mereka nggak ke Puncak, ke sini,” tuturnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Ali memastikan Dinas Pariwisata akan mendorong peningkatan akses menuju Saung Gunung Camp sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami Dinas Pariwisata hadir, didampingi oleh Dewan Saepulloh, untuk kemudian mengupayakan dengan sekuat tenaga yang ada, dengan kemampuan yang kami miliki, tentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan, agar akses jalan dari Parakansalak menuju ke Saung Gunung Camp itu bisa diperbaiki,” jelasnya.

Pembenahan akses tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan pengembangan pariwisata, tetapi juga dapat menunjang aktivitas pertanian masyarakat di kawasan Parakansalak.

Dengan potensi panorama alam, pertanian, serta sejumlah destinasi pendukung, pengembangan Saung Gunung Camp diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Parakansalak.

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed